Bisnis Lukisan Batik Di Online sangat menjanjikan di Indonesia

Lukisan Batik

Ada beberapa pengertian tentang seni lukis batik. Ada sebagian pelukis batik menga- takan, seni lukis batik adalah seni melukis desain atau corak tertentu dengan menggunakan teknik membatik wax-resist dyeing pada kain putih dengan tujuan sebagai lukisan atau hiasan. Ada sebagian pelukis batik lain mengartikan seni lukis batik adalah seni lukis yang menggunakan motif-motif batik sebagai unsur bentuknya, namun tidak menggunakan teknik batik wax-resist dyeing. Pada pengertian yang kedua ini, seni lukis batik bisa saja berarti melukis secara langsung pada kain dengan menggunakan kuas atau menggunakan teknik lain seperti cap atau printing.

Lukisan batik biasanya dirancang untuk suatu kegiatan pameran atau untuk dipajang berdasarkan pesanan khusus. Seperti halnya karya seni batik pada pakaian, seni lukis batik juga mempunyai desain, corak, atau motif tertentu. Namun demikian, biasanya pada lukisan batik, susunan desain atau motifnya tidak rata. Selain itu, pada lukisan batik, besar-kecilnya desain atau motifnya berbeda. Sementara pada batik tulis atau batik cap, desain atau motifnya relatif tersusun rapi.

Tidak dapat dipastikan mana yang lebih dahulu ada, antara batik sebagai lukisan dengan batik sebagai pakaian atau busana (konveksi). Bisa jadi, seni lukis batik lahir terlebih dahulu sebagai hiasan sebelum akhirnya menginspirasi hadirnya batik sebagai pakaian. Dapat juga penggunaan seni lukis batik pada pakaianlah yang menginspirasi lahirnya lukisan batik sebagai hiasan.

Wisetrotomo mengatakan, ketika seni batik memasuki ruang estetika baru yang disebut seni lukis batik, seolah ia lepas dari penjara. Seni lukis batik sebagai hasil pencarian estetika baru dari seni batik memberikan ruang makna dan tafsir yang lebih luas, bahkan multimakna dan multitafsir. Sebagai karya seni yang terbebas dari fungsi sebagai konveksi semata-mata, seni lukis batik mengarah sebagai bahasa ekspresi yang kesemuanya menyiratkan suatu eksplorasi estetik.

Tahun 1970-an adalah titik kulminasi lahirnya karya-karya seni lukis batik dari beberapa pelukis dengan berbagai corak. Secara garis besar terdapat tiga kecenderungan motif (yang dapat pula dilihat sebagai tema). Pertama, motif atau tema wayang dan model primitif, misalnya karya Kuswadji Kawindra Susanta, Bagong Kussudiardjo, dan Widayat. Kedua, motif atau tema manusia dan kehidupan sehari-hari, misalnya karya Ida Hajar, Abas Alibasyah, dan Mahyar. Ketiga, karya-karya yang bermotif atau bertema abstraksi, citra yang dominan adalah spirit pelukis untuk berekspresi secara total, misalnya karya Mustika. Seni lukis batik yang terus bergerak dalam eksperimentasi dan eksplorasi menghadirkan apa yang disebut seni batik kontemporer, tetap dengan spirit petualangan kreatif.

Motif lukisan batik biasanya bercorak tanaman, bunga, hewan atau juga abstrak atau kontemporer. Batik jenis ini biasa dibuat oleh seniman atau pelukis yang sengaja menorehkan kuasnya di atas kain. Inilah sebuah bukti bahwa batik memang mempunyai nilai seni yang tinggi.

Pada tahun 1980-an, berkembang seni lukis batik motif atau tema kombinasi lingkungan sosial dan abstraksi, misalnya terdapat pada sebagian besar karya Totok Hadiyanto Kuswadji. Karya-karya bermotif atau bertema lingkungan sosial dan abstraksi, pesan kuat yang terungkap adalah komitmen dan totalitas pelukisnya pada idealisme yang diyakininya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *