KEHAMILAN BULAN KEDUA (5-8 MINGGU) Bagian ke 2

KEHAMILAN BULAN KEDUA (5-8 MINGGU)

 

MITOS ATAU FAKTA

 

Apakah benar kalau saya mengabaikan rasa ngidam, maka bayi saya akan mengeluarkan air liur (ileran)? Hal tersebut adalah mitos. Uniknya, rasa ngidam ini, walaupun hanya mitos belaka, tetapi memiliki dampak yang begitu besar bagi psikologis sang ibu.

 

Misalnya, ketika lbu ngidam makan daging kelinci, lalu suami me- rasa kesulitan mencarinya karena terbatasnya penjual daging kelinci hingga akhimya tidak dapat memenuhinya. Saat Ibu bersedih karena ngidam yang tidak terpenuhi, maka rasa sedih ini akan berdampak juga kepada janin.

 

Terkadang, hal tersebut menimbulkan sisi positif dan negatif yang akan menciptakan kedekatan antara sang ibu, sang ayah, dan janin yang ada di dalam kandungan.

 

 USG? AMAN GAK YA?

 

Sebelumnya sudah dibahas kalau USG (Ultra Sono Grañ) digunakan untuk menentukan usia kehamilan jika lbu memiliki riwayat haid yang tidak teratur. Dalam bidang kedokteran, khususnya kandungan, USG adalah sebagai salah satu alat untuk pengecekan kehamilan.

 

Dalam kehamilan, keamanan penggunaan USG dinilai dari cara kerjanya yang tidak menimbulkan dampak negatif untuk lbu dan janin.

 

Keamanan penggunaan alat USG dilihat dari cara kerjanya yang menggunakan gelombang ultrasonik, sejenis pulsa, sehingga efek yang diberikan ke dalam jaringan tubuh sangat kecil.

 

Di samping itu, ketika menerima pemeriksaan USG, dinding perut bekerja dengan cara menyerap dan menetralkan sebagian jumlah gelombang ultrasonik yang masuk.

 

Dalam penggunaannya di Indonesia, USG lebih banyak digunakan untuk keperluan mendeteksi lebih lanjut kelainan. dalam kehamilan, penentuan usia kehamilan yang masih rancu, serta melihat jenis kelamin janin.

 

 TRAVELLING SEHAT DAN NYAMAN ALA IBU HAMIL

 

Siapa bilang ketika hamil maka segala aktivitas yang menyenangkan menjadi terhambat? Hobi travelling atau persiapan mudik tidak akan menjadi kendala jika lbu memperhatikan terlebih dahulu tip aman ketika melakukan perjalanan

 

 

  1. Cek usia kehamilan

 

Usia kandungan yang aman untuk melakukan perjalanan adalah di atas empat bulan hingga tujuh bulan.

Usia kehamilan yang masih muda, biasanya Ibu masih meng- hadapi penyesuaian kondisi kehamilan dengan beberapa keluhan yang datang pada tubuh.

Sementara, traveling saat usia kandungan di atas tujuh bulan bertujuan untuk menjaga agar tidak terjadi konstruksi pada rahim yang akan membuat terjadinya persalinan prematur

 

 

  1. Cek kesehatan

 

 

Apakah kesehatan lbu memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh? Jika kondisi kehamilan yang disertai dengan beberapa komplikasi, maka ada baiknya untuk beristirahat. Jadi, sebelum melakukan perjalanan, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter kandungan.

 

  1. Cek transportasi

 

 

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya untuk mengecek transportasi menuju tempat tersebut. Sebenarnya, tidak masalah menggunakan transportasi darat, laut, atau udara, selama kehamilan lbu tidak berisiko.

Jika memutuskan untuk menggunakan transportasi darat dan laut, tidak ada salahnya untuk menyiapkan obat anti mual yang direkomendasikan dokter.

Selain itu, carilah posisi duduk yang nyaman untuk menghindari kram dan kaki bengkak Sementara, transportasi udara, identik dengan tekanan yang berbeda dengan permukaan.

Oleh karena itu, pilihlah tempat duduk yang dekat dengan toilet untuk memudahkan Ibu jika ingin buang air kecil. Persiapkan juga obat mual, serta menghindari makanan yang mengandung banyak gas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *