BISNIS BATIK Online : Pengertian dan Makna dan Filosofi Batik

Pengertian dan Makna dan Filosofi Batik (Bab

Membatik merupakan seni menulis atau melukis yang dilakukan di atas kain putih dengan menggunakan lilin atau malam sebagai pelindung atau perintang warna untuk mendapatkan ragam hias di atas kain itu. Kain yang sudah ditulis atau dilukis dengan menggunakan lilin atau malam, kemudian diberi warna dengan cara mencelupkannya pada bahan pewarna. Tahap selanjutnya, lilin atau malam dihilangkan dengan merebus kain tersebut yang disebut pelorodan. Bagian yang semula tertutup lilin atau malam akan tetap berwarna putih karena tidak menyerap warna. Hal itu karena lilin atau malam berfungsi sebagai perintang warna. Akhirnya, dihasilkan sehelai kain yang disebut ter batik berupa beragam corak dan motif yang mempunyai nilai-nilai dan makna khusus.

Secara Luas

Secara luas atau umum, batik merupakan karya seni atau kebudayaan yang dikerjakan dengan cara menulis atau melukis pada media apapun sehingga terbentuk sebuah desain atau corak tertentu yang indah. Dalam pengertian ini, media yang digunakan tidak harus berupa kain. Media yang digunakan bisa berupa kayu, plastik, kulit, kertas, kaca, keramik, dan lain sebagainya. Alat untuk menulis atau melukis desain atau corak tersebut juga tidak harus menggunakan canting. Alat yang digunakan bisa berupa kuas, sablon, cap, atau cetak (printing). Di samping itu, pembuatannya juga tidak harus menggunakan teknik wax-resist dyeing dengan lilin atau malam sebagai perintang warna. Jadi, desain atau motif batik dapat dibuat secara langsung pada media yang akan digunakan.

Pelukis batik Tulus Warsito juga mengungkapkan, batik adalah sekumpulan desain dengan ciri khasnya tersendiri. Desain atau coraknya sama dengan pengertian batik pada umumnya, namun tidak lagi dibuat di atas kain dan tidak lagi menggunakan lilin atau malam. Dalam pengertian ini, teknik cetak digital pada media selain kain dapat juga dimasukkan sebagai kategori batik. Secara sederhana, batik adalah sekumpulan desain dengan motif-motif tradisional tertentu yang dikerjakan, baik di atas kain atau media lain. Dengan demikian, seni dan keterampilan membatik merupakan proses membuat hasil karya seni (motif batik) pada media apa pun dan dengan teknik apapun.

Makna Batik

Bagi masyarakat Indonesia (terutama Jawa), batik telah menjadi semacam way of life, sebab batik telah menjelma menjadi identitas suatu masyarakat yang mempunyai ata nilai estetika dan filosofi yang sangat tinggi. Bahkan, batik merupakan ekspresi budaya yang berisi idealisme dan spiritualitas dalam bentuk makna-makna simbolik. Batik juga kadang-kadang dihubungkan dengan tradisi dan kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat. Keseluruhan nilai yang terkandung di dalam batik inilah yang pada gilirannya membentuk karakter masyarakat yang membedakannya dengan bangsa lain. Batik kini telah berkembang menjadi identitas bangsa Indonesia yang membanggakan.

Oleh karena itu, batik bukan hanya perwujudan dari keindahan karya seni secara nik visual, tetapi juga memuat nilai-nilai filosof dan pengalaman spiritual yang dalam. Batik tidak hanya sebagai karya seni yang mempunyai nilai ekonomis semata, melainkan juga sebagai ekspresi dari idealisme suatu tata kehidupan masyarakat.

Berikut ini kita dapat mempelajari makna batik sebagai suatu karya seni atau kebudayaan, idealisme, identitas, alat perjuangan, aktivitas ekonomi, dan simbol harapan.

 

Batik Sebagai Karya Seni atau  Kebudayaan Pada dasarnya, batik merupakan karya seni atau kebudayaan yang banyak berisikan gambar ornamen tertentu pada kain putih yang dikerjakan dengan teknik wax-resist dyeing. Dalam seni batik banyak kita jumpai desain dengan corak atau motif yang mengungkapkan sebuah ekspresi penciptanya. Dalam pengertian ini, seni dan keterampilan batik lebih menonjolkan sisi keindahan desain dan ragam coraknya daripada pertimbangan lainnya. Namun demikian, keindahan desain dan ragam corak batik tersebut tidak lepas dari tanggung jawab pada suatu tata nilai yang berkembang di tengah masyarakat.

Batik Sebagai Idealisme Tidak semua, namun dapat dipastikan, sebagian besar pelukis batik menyatakan bahwa membatik adalah sebuah proses pengalaman spiritual yang harus didahului dengan doa, meditasi, dan puasa. Membatik membutuhkan totalitas, ketekunan, dan konsentrasi selama pengerjaannya. Saat membatik dibutuhkan suasana penuh keheningan agar si pelukis batik mampu menyatukan rasa dan karsa pada buah karyanya. Oleh karena itu, karya seni batik yang dikerjakan dengan proses itu akan mengekspresikan idealisme pembuatnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *